Ketidakadilan Dimana-mana

Posted on Oktober 11, 2007. Filed under: Curhat |

Sebagai seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, selama ini saya merasa diperlakukan tidak adil oleh masyarakat. Ketidakadilan yang saya maksud disini adalah masyarakat masih memandang sebelah mata profesi dokter hewan dan mahasiswa fakultas kedokteran hewan.

Ketidakadilan ini sudah mulai saya rasakan bahkan ketika saya baru diterima di FKH. Yang pertama datangnya dari kerabat-kerabat saya. Beberapa komentar yang sering saya dengar:

“Kenapa sih nyari kedokteran hewan? Kenapa ga kuliah di ekonomi aja khan lapangan kerjanya lebih luas. Dokter hewan paling-paling cuma nyuntik pantat-pantat hewan dan itupun klo ada yang nyari.”

Ibu saya pernah dikasi komentar begini, “Anaknya kuliah di kedokteran hewan ya? kok dikasi sih…? Tetangga saya ada yang tamatan FKH sekarang malah jadi guru TK.”

“Cowokmu kuliah di kedokteran hewan ya? Sekarang udah sedikit orang yang beternak, klo nyuntik anjing paling cuma di kota aja. Di desa mana ada yang peduli ama peliharaannya.” Sampai-sampai pacar sayapun mendapat komentar seperti itu dari teman-teman dan kerabatnya.

Oya, adik kelas saya sewaktu di SMA tidak mau dibiayai kuliah oleh orang tuanya begitu mereka tau anaknya diterima di FKH. Alhasil, akhirnya adik kelas saya tersebut kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta. Kata ayahnya, ” Profesi dokter hewan itu tidak menjanjikan untuk masa depan.”

Kurang lebih komentar-komentar seperti itu yang sering saya terima. Bahkan masih sampai saat ini. Saya rasa sebagian besar rekan-rekan saya yang kuliah di FKH Unud jadu sering mendapat komentar-komentar seperti itu. Kolo teman-teman yang kuliah di FKH Unair, IPB, UGM, dan Unsyiah apa juga sering mendapat komentar-komentar saperti saya itu?

Di bangku kuliahpun kami mendapat perlakuan yang tidak adil. Sangat sedikitnya buku-buku (textbook) kedokteran hewan yang tersedia di pasaran dibandingkan dengan bidang keilmuan yang lain, (atau karena saya ga tau dimana tempat nyarinya ya….?!) Ternyata ketidakadilan juga dialami oleh senior-senior kami yang sudah memperoleh gelar dokter hewan.

Seperti yang saya baca pada koran PDHI dalam penanganan kasus flu burung. Untuk lebih lengkapnya baca disini.

Sebegitu parahnyakah kondisi dokter hewan kita?Mungkin ini suatu pertanyaan spontan yang dapat kita lontarkan menghadapi fenomena seperti ini.

Komentar-komentar seperti di atas juga tidak dapat disalahkan, karena memang kenyataan yang dilihat oleh masyarakat kebanyakan memang seperti itu. Kita juga tidak bisa menyalahkan para senior kita yang menganggap lingkup profesi dokter hewan begitu sempit. Mungkin di dalam pikiran mereka tergambar lulus dari FKH paling tedak cuma ada empat pilihan: praktek (hewan besar maupun hewan kecil), jadi pegawai negeri di bawah Deptan atau paling apes jadi tuna karya. Klo tidak dapat? Yah, ada yang “idealis” tetap nganggur sambil terus nyoba biar bisa memperoleh salah satu profesi tersebut. Atau tidak sedikit juga yang “nyeleweng” disertai pembelaan lantang, “Mending toh, daripada jadi pengangguran.”

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

10 Tanggapan to “Ketidakadilan Dimana-mana”

RSS Feed for Balivetman’s Weblog – Sebuah Goresan Veteriner Comments RSS Feed

Mengapa anda merasa diperlakukan tidak adil oleh masyarakat?
Bukankah anda sendiri merupakan bagian dari sebuah masyrakat?

Karena kebanyakan dari kita sering menyepelekan anggota masyarakat yang minoritas.. Kedokteran Hewan masih dianggap tidak mempunyai peranan yang penting di tengah-tengah masyarakat. Saya berharap melalui tulisan saya ini orang-orang mulai menyadari arti “keberadaan” kami di tengah-tengah mereka…

sante aja bos,,,
tidak perduli apa kata dunia,,,
kita maju terus,,,
berjalan pantang mundur,,,
emang mereka yg kasih kita makan dan membiayai kuliah kita ???
vetro !!!
maju terus FKH Udayana.
jayalah dokter hewan
– TEPU –

VETROOOO….
Yup, kita sama-sama berjuang bos demi membangun citra kedokteran hewan.
Maju terus FKH…

Setuju bos.!!!!!!!!!!!!! pengalaman saya : pertama dapet FKH bapaklah orang pertama yang gak setuju…mungkin masih berpikir kaya orang-orang pada umumnya ya????malahan sama dengan adek kelas bos, saya sempet diancam gak dibiayai kuliah disana..hug..hug..katanya mending masuk arsitektur ja,nerusin beliau. Tapi untung juga bapak dapet penjelasan banyak tentang Dokter Hewan dari salah satu dosen FKH UNUD. Jadi beliau berlapang dada membiarkan saya kuliah di FKH. Jadi intinya sebenarnya ada pada ketidak jelasan masyarakat mengenai bagaimana sebenarnya profesi Dokter Hewan itu. Kedepannya semoga profesi Dokter Hewan tidak lagi dipandang sebelah mata, karena menjaga kesehatan hawan sama dengan melindungi masyarakat dari penyakit yang menular dari hewan ke manusia. VETROO………..

iya nich bro…
dirikuw juga mendapat perlakuan yang sama…
tapi aku yakin suatu kali nanti Indonesia akan menjadi maju, sehingga jasa profesi dokter hewan akan menjadi tombak kemajuan di negara kita…
chayo dan tetap semangat yach bro…

tenang bos sabar, sebelum orang lain menghargai profesi kita setidaknya kita yang nantinya satu profesi harus menjaga kesatuan dan harga diri dan martabat profesi kita agar tidak dilecehkan lagi…
mereka melecehkan mungkin karena belum mengerti dan tahu akan profesi kita, jadi kita harus lebih baik dalam mengorbitkan rekan se profesi… saling dukung….. saling backup… dan saling menghargai yang se profesi…. semangat!!!!!!!! dan kita harus tetap OPTIMIS!!!!

Salam kenal. . .
Aq jga pny satu pengalaman. . .
Pas waktu phli kmren,aq ktemu 1 bule cow asal us d asrama haji(cz acrana diadain dsna),n dy tny: ini acra ap?dr mana?
Eh. .pas dy tau dr fkh!dy malah tkaget2,lowh. .kq ada dokter hewan?ktax,dy heran,bwt ap drh d indo?saya pnah liat ad orng indo yg mnyiksa anjingx. .dan pola pkir orng indo sngat bbda dgn negri saya yg bgto mghargai pet. .

[…] tujuan awal saya menulis di blog adalah untuk menumpahkan uneg-uneg saya tentang ketidakadilan yang saya rasakan. Wuih postingan pertama di blog pertama saya diisi dengan curhatan penuh emosi. […]

hidup memang susah ditebak….kadang Qta merasa ingin dihargai tp kenyataan tidak????jangan putus asa lah,mnrutku pekerjaaan k2 udah bgus bnget palagi jrang loh yg profsi ky G2…..SEMANGAT,buktikan klw k2 sukses jd dokter hewan…..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: