Sea Turtle’s Life Cycle

Posted on November 12, 2007. Filed under: Aquatic |

Seluruh spesies penyu laut memiliki siklus hidup yang sama. Penyu mempunyai pertumbuhan yang sangat lambat dan memerlukan berpuluh puluh tahun untuk mencapai usia reproduksi. Mereka hidup bertahun-tahun di satu tempat sebelum bermigrasi untuk kawin dengan menempuh jarak yang jauh (hingga 3000 km) dari daerah pakan ke pantai peneluran. Pada umur yang belum terlalu diketahui (sekitar 20-50 tahun) penyu jantan dan betina bermigrasi ke daerah peneluran di sekitar daerah kelahiran mereka. Perkawinan mereka terjadi di lepas pantai satu atau dua bulan sebelum peneluran pertama di musim tersebut. Baik penyu jantan maupun betina memiliki beberapa pasangan kawin. Penyu betina menyimpan sperma penyu jantan di dalam tubuh mereka untuk membuahi tiga hingga tujuh kumpulan telur (nantinya menjadi 3-7 sarang) yang akan ditelurkan musim tersebut.

Penyu jantan biasanya kembali ke daerah pakan mereka sesudah penyu betina menyelesaikan kegiatan bertelur dua mingguan mereka di pantai. Saat penyu betina siap, dia keluar dari laut dan menggunakan sirip depannya untuk menyeret tubuhnya ke pantai peneluran. Ia membuat lubang badan dengan sirip depannya lalu menggali lubang sarang sedalam 30-60 cm dengan sirip belakang. jika pasirnya terlalu kering dan tidak cocok untuk bertelur, si penyu akan akan berpindah ke lokasi lain.

Kebanyakan penyu memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk menggali sarang serta10-20 menit untuk meletakkan telurnya. Tiap sarang berisi sekitar 120 butir telur kecuali penyu pipih (50 telur) dan belimbing (90 telur). Ukuran telur berkisar dari sebesar bola golf (penyu sisik) hingga bola billiard (penyu pipih).

Setelah meletakkan telurnya penyu mengisi lubang sarang dengan pasir menggunakan sirip belakangnya, kemudian menimbun badan dengan keempat siripnya. Si penyu akhirnya kembali ke laut dengan lelah dalam waktu 1-2 jam setelah ia keluar dari laut. Pada daerah lepas pantai tersebut penyu mulai membuahi kumpulan sel telurnya dengan sperma yang ia simpan sebelumnya. Setelah musim peneluran berakhir penyu betina kembali ke daerah pakannya yang jauh. Ia tidak akan bertelur lagi untuk 2-8 tahun mendatang.

Suhu sarang saat inkubasi menentukan jenis kelamin tukik. Penyu betina dihasilkan dari sarang yang hangat dengan pasir warna gelap. Sarang yang relatif dingin dengan warna pasir putih umumnya menghasilkan penyu jantan dan memerlukan waktu lebi lama untuk menetas.

Tukik menetas setelah sekitar 7-12 minggu. Kelompok tukik memerlukan waktu dua hari atau lebih untuk mencapai permukaan tanah, biasanya pada malam hari. Untuk menemukan arah ke laut tukik berpatokan pada arah yang paling terang serta menggunakan topografi garis horison di sekitarnya. Begitu mencapai laut tukik menggunakan berbagai kombinasi petunjuk ( arah gelombang, arus dan medan magnet) untuk orientasi ke daerah lepas pantai yang lebih dalam. Kegiatan tukik melewati pantai dan berenang menjauh adalah upaya untuk merekam petunjuk-petunjuk yang diperlukan untuk menemukan jalan pulang saat mereka akan kawin. Proses ini disebut imprinting process.

Saat tukik sudah berada di laut , mereka diduga memasuki kawasan dimana arus-arus laut bertemu. Disana mereka menggunakan rumput-rumput laut yang mengapung serta benda apung lain yang terperangkan oleh arus laut sebagai makanan. Di sana mereka juga makan hewan-hewan laut kecil. Tukik jarang terlihat lagi hingga kerapasnya mencapai ukuran 20-40 cm dengan usia sekitar 5-10 tahun setelah menetas. Pada saat ini si penyu berenang kembali ke kawasan pakan di pesisir. Mereka tinggal di daerah tersebut sampai mereka siap memijah, dan saat itu pulalah siklus hidup penyu dimulai lagi.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

8 Tanggapan to “Sea Turtle’s Life Cycle”

RSS Feed for Balivetman’s Weblog – Sebuah Goresan Veteriner Comments RSS Feed

Oke bos thanks! STOP MAKANIN PENYU… Lek atine irage orhange nampah penyu ajak nak liuuuu Baline dadi usak. Kangguang nampah celeng men nak kos dadi nampah mie instan🙂

wah tlong di perjelas gambarna yaw…………..

artikel yang bagus,,, teruslah untuk melestarikan dan menjaga keberadaan penyu di Indonesia yang hampir punah

ok.. setuju lindungi dan lestarikan penyu! btw aku mau riset ttg penyu ada yang mau suport dana gak ya??

Penyu memang menarik,apalagi kalau kita berjumpa di dalam laut sewaktu kita diving ataupun sewaktu mereka datang ke pantai untuk bertelur,gak perlu riset untuk menyelamtkan penyu hanya tidak membeli produk dari penyu dan jangan buang sampah sembarang di pantai kita sudah menolong penyu,sebab kalo riset habiskan dan jutaan dolar mungkin sampai tua seperti Colin.j.Limpus Master penyu asal Australia,dari muda sampai tua seperti sekarang he he🙂

Realistis donk, dari hari kehari jumlahnya makin dikit tu penyu…?? Udah kalah saingan populasinya ma manusia, dimakan lagi? Apa jadinya nanti?

JADI, MENENTUKAN UMUR PENYU DARI UKURAN KERAPAKSNYA YA?

tolong kirimi saya hasil penelitian tentang pengaruh suhu terhadap jenis kelamin tukik. kalau bisa ada beberapara. terima kasih


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: