Kelap Kelip di Kandang Ayam

Posted on Maret 1, 2008. Filed under: Kita perlu tahu, Peternakan |

            Kelap-kelip lampu yang biasanya menghiasi tempat-tempat hiburan seperti café, club-club malam atau diskotik disertai hingar bingar musik “ajep-ajep” menemani para remaja “on the dance floor”.

            Eeits, tunggu dulu ternyata di dunia “remaja ayam” pun kelap-kelip lampu ini, terutama pada jenis ayam bibit (grand parent stock (GPS)/parent stock(PS) dan ayam petelur komersial sangat nge-trend. Dan permainan lampu ini yang dalam dunia per-ayam-an dikenal dengan istilah Lighting Programme.

            Lighting Programme biasanya dijumpai di kandang tertutup (close house), yaitu kandang yang tertutup layar hitam dan dilengkapi semacam AC, sehingga baik ayam maupun orang yang berada di dalamnya akan merasa sejuk dan nyaman. Hanya saja di kandang ini kita tidak akan menjumpai “remaja-remaja ayam” yang berjoget berpasang-pasangan seperti di diskotik. Dan apakah permainan cahaya di café-café itu juga untuk meningkatkan “sexual maturity”, seperti di kalangan perayaman?

            “Permainan Cahaya” dimaksudkan untuk memberikan rangsangan (stimulus) melalui mata ayam, yang selanjutnya dikirim ke sistem saraf dan hormonal. Rangsangan hormonal ini akan mempercepat dewasa kelamin (sexual maturity), serta memicu perkembangan alat reproduksi dan akhirnya si betina akan cepat mulai “naksir” pejantan untuk minta pejantan segera mengawini dan cepat bertelur.

            “Permainan Cahaya” yang umum diterapkan untuk GPS broiler dan PS adalah sebagai berikut:

  1. umur 0 – 2 hari: berikan cahay terang benderang selama 24 jam.
  2. umur 3 – 3 minggu: berikan cahaya terang cukup 15 jam saja dan sisanya 9 jam gelap gulita.
  3. umur 3 minggu – 20 minggu: berikan cahaya 8 jam saja, dan sisanya 16 jam gelap gulita.
  4. umur 20 minggu – 21 minggu: pemberian cahaya terang mulai ditambah 5 jam menjadi 13 jam dan gelap gulita 11 jam.
  5. umur 21 minggu – 23 minggu: pemberian cahay terang ditambah 1 jam saja menjadi 14 jam dan 10 jam gelap gulita.
  6. umur 23 minggu – 27 minggu: ditambah lagi 1 jam cahaya terang menjadi 15 jam dan sisanya 9 jam gelap gulita. Penambahan-penambahan cahaya ini untuk memberikan kejutan via mata agar alat reproduksi ayam bekerja maksimal.
  7. umur 27 minggu – afkir: cahaya diberikan tetap 16 jam dan gelap 8 jam.

Adapun untuk PS petelur dan komersial ada pergeseran umur pemberian karena mulai produksi 5% lebih awal yaitu umur 19 minggu. Nah, jangan dikira cuma manusia aja yang suka dengan lampu yang kelap-kelip.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “Kelap Kelip di Kandang Ayam”

RSS Feed for Balivetman’s Weblog – Sebuah Goresan Veteriner Comments RSS Feed

wah baru tahu saya masalah tata lampu di kandang ayam..klo dikasi lampu disko nanti ayamnya on terus dong🙂

@ devari
bisa-bisa ayamnya malah terlalu cepat puber he he he😀

Lampu na kelap-kelip juga nga bli’.
jgn lupa bli’ ajarin si ayam na utk hemat listrik.
*dimasukin ke kandang ayam*

@ ina
iya nih klo ga bisa hemat ampe 25% katanya bakal langsung di denda ama PLN lho….
eh, ina bisa bantu ngajarin ayam2 untuk hemat listrik ga?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: