Dan Perjuanganpun Dimulai

Posted on Juli 24, 2008. Filed under: Kita perlu tahu, proFauna, Sekitar kita | Tag:, , , , |

“Halo Dunia,“ mungkin itu yang akan di ucapkan oleh tukik-tukik berikut ini. Malam itu (23 Juli 2008), untuk pertama kalinya saya menyaksikan secara langsung sebuah awal perjuangan seekor tukik. Bagi Anda yang belum tahu, tukik adalah anak penyu yang baru menetas (ingat PENYU bukan kura-kura). Malam itu saya sengaja menunggu untuk menyaksikan 200 ekor tukik yang akan menetas setelah pelepasan sebanyak 96 ekor tukik di pantai Kuta bersama proFauna dan satgas Kuta pada sore harinya.

gambar tukik baru menetas

gambar tukik baru menetas

Ini merupakan rekor tersendiri bagi kami karena ini merupakan penetasan tukik yang terbanyak dibandingkan dengan yang sebelumnya. ProFauna bekerja sama dengan satgas Kuta bersama-sama melakukan pengamatan dan penyelamatan jika ada penyu yang bertelur di sekitar pantai Kuta dan kemudian memindahkan telur-telur tersebut ke tempat penetasan. Ini dimaksudkan agar telur-telur tersebut aman dari para predator dan tindakan tangan-tangan jail orang yang tidak bertanggung jawab.

Malam itu yang menunggu moment tersebut adalah kami dari proFauna (saya, Bli Wayan dan Dion), Gung Aji dari satgas Kuta dan beberapa wisatawan mancanegara dan domestik yang ingin menyaksikan kesempatan yang sangat langka bagi mereka. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya jadi menyadari kebesaran Tuhan, dan indahnya menyaksikan awal dari sebuah kehidupan.

tukik baru menetas

tukik baru menetas

tukik baru netas

tukik baru netas

D

ini tukik bukan lukick😀

Yang unik dari tukik yang baru menetas adalah mereka tidak bergerak atau keluar dari dalam timbunan pasir sebelum yang lain mulai bergerak keluar. Ini memerlukan kesabaran untuk menunggu dan menyaksikan mereka bergerak untuk pertama kalinya. Seorang remaja India yang dengan sangat antusias ingin menyaksikan kesempatan ini, dengan tidak sabar ia bertanya kepada saya. “Mengapa tidak kita gali saja pasirnya dan mengeluarkan mereka satu persatu?“

Mungkin ini cara terbaik yang dipikirkannya untuk membantu para tukik yang masih lemah ini. Tapi ternyata dengan membiarkan mereka keluar sendiri dari dalam pasir tanpa bantuan kita, dapat melatih otot-otot mereka yang masih lemah agar kuat dan mampu membentuk tubuh mereka sehingga sesuai untuk mengarungi lautan luas untuk mencari makan.

Detik-detik ketika seekor tukik mulai bergerak dengan perlahan dan berusaha untuk keluar dari timbunan pasir merupakan saat-saat yang menegangkan bagi saya, saya tidak ingin melewati kesempatan ini walau seperjuta detik sekalipun. Seekor tukik mulai mendorong tubuhnya keluar, setelah keluar dari dalam pasir lalu dengan perlahan ia mulai menggerakkan siripnya seperti ketika kita melakukan warming up sebelum berolah raga atau klo dalam bahasa gaulnya melakukan pelemasan otot.😀 Lalu ia mulai bergerak sidikit demi sedikit hingga akhirnya mulai menjelajah ke seluruh bak pasir tempat penetasan.

para wisatawan sedang melepas tukik

para wisatawan sedang melepas tukik

Dan kemarin (23 Juli 2008) pada pukul 17.30 WITA para tukik ini mulai memasuki alam liar ketika kami bersama-sama dengan para wisatawan baik domestik maupun manca negara melepaskan mereka ke laut lepas. Para wisatawan yang mengunjungi pantai Kuta sangat antusia mengikuti acara ini. Untungnya hari itu ada sedikit wisatawan domestik yang menikmati suasana sunset di pantai Kuta sehingga acara kali ini berjalan lebih tertib. Karena biasanya wisatawan domestik lebih sulit untuk diatur dibandingkan dengan para bule😀

Mungkin dari sekian banyak tukik yang sudah kami lepaskan di pantai Kuta hanya beberapa ekor saja yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa. Para peneliti menyebutkan dari seribu ekor tukik hanya satu yang mampu bertahan hidup. Tukik yang kami lepas hari ini jika mampu bertahan hidup, dalam 25-30 tahun lagi akan kembali ke Kuta untuk bertelur.

Dan ketika mereka memasuki laut lepas, dan pada saat itu juga perjuanganpun dimulai

NB: artikel ini saya ikut sertakan dalam Write for Kontes Blogging HUT RI ke 63 by Rystiono yang saya daftarkan dalam kategori lingkungan.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

8 Tanggapan to “Dan Perjuanganpun Dimulai”

RSS Feed for Balivetman’s Weblog – Sebuah Goresan Veteriner Comments RSS Feed

Wah…seru na.😀
memorable banget…jd pengen juga liat langsung.

mantap juga tuuh tukik bisa keluar menatap bli-bli yang menjaga mereka sampai selamat mantap mantap

@ ina
mba ina kapan main ke Bali? siapa tau ada pelepasan tukik klo mba ina kesini..emangnya di makasar ga ada penyu mba?
@ joko
untung aja tukiknya yang baru lahir ga nganggap yang pertama dilihatnya adalah induknya…
klo gitu bisa berabe dunk…masa belum nikah saya udah punya 200 anak hehehehe😀

tukik saja dari lahir sudah harus berjuang, masa kita kalah.

Waduh beruntung banget bisa menyaksikan tukik, seuumur hidup belum pernah.

Waa sepertinya menyengangkan ya! Saya pengen banget bisa ikutan wisata pendidikan semacam ini. Semoga tukik tukik mungil itu ngga lantas mati di alam😀

[…] lagi dengan orang Medan yang waktu ini ikut serta dalam menyaksikan detik-detik menegangkan ketika penyu menetas. (maaf saya belum sempat kenalan) tampak bapak tersebut sangat antusias ikut serta dalam acara kali […]

[…] lagi dengan orang Medan yang waktu ini ikut serta dalam menyaksikan detik-detik menegangkan ketika penyu menetas. (maaf saya belum sempat kenalan) tampak bapak tersebut sangat antusias ikut serta dalam acara kali […]


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: