Animal welfare

Kesejahteraan Hewan Untuk Kesejahteraan Manusia

Posted on November 18, 2008. Filed under: Animal welfare, Kita perlu tahu | Tag:, |

Animal welfare atau di Indonesia dikenal dengan istilah kesejahteraan hewan/satwa merupakan isu global yang kini sedang deras disuarakan di seluruh dunia. Kesejahteraan hewan di Indonesia harus sudah mulai dipublikasikan kepada masyarakat. Walaupun sebetulnya masyarakat (peternak) telah memperlakukan hewan peliharaannya dengan baik dengan penuh kasih sayang karena mereka sadar bahwa dengan perlakukan yang baik hewan akan sehat, cepat tumbuh menjadi besar dan segera dapat dijual.

Namun dengan adanya kebijakan pemerintah untuk memacu produksi peternakan dengan menerapkan peternakan intensive masalah kesrawan mulai muncul. Pelanggaran kesejahteraan hewan menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi hewan belum mendapat perhatian secara serius. Cara-cara persuasive seperti seminar, training dan lobby-lobby yang dilakukan tidak mendapatkan tanggapan dan respon yang positif dari pemerintah. Salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mensosialisasikan kesejahteraan hewan kepada masyarakat dan mendorong pemerintah untuk memperhatikan masalah kesejahteraan hewan dan membuat langkah-langkah konkrit yaitu dengan melaksanakan pendidikan. Berkaitan dengan hal itu, Yayasan Yudisthira Swarga berkeinginan untuk melaksanakan pendidikan kesejahteraan hewan kepada masyarakat luas melalui street theatre dan pameran photo mengenai kesejahteraan hewan ternak dengan tema ; ” Sejahterakan Hewan Untuk Kesejahteraan Manusia ”. Dan bersama-sama dengan masyarakat mendorong pemerintah untuk membuat undang-undang kesejahteraan hewan dan perlindungan hewan .

a. Maksud dan Tujuan :

  1. Membangun kesadaran masyarakat bahwa hewan ternak bukan hanya komoditas/barang dagangan tetapi adalah mahkluk hidup yang memiliki kepekaan terhadap rasa sakit dan penderitaan
  2. Menunjukkan kepada masyarakat bahwa system peternakan intensif yang yang hanya mengutamakan produktifitas dan pembatasan lahan telah membatasi kebutuhan hidup hewan yang paling mendasar.
  3. Menunjukkan kepada masyarakat bahwa penanganan hewan selama proses pengangkutan, penjualan hewan hidup di pasar sampai dengan proses pemotongan di RPH dilakukan dengan tidak memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan.
  4. Membangun kesadaran masyarakat bahwa penanganan hewan secara tidak manusiawi (tidak memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan) berdampak buruk terhadap kualitas daging atau produk ternak lainnya.
  5. Mohon kepada pemerintah untuk memperhatikan masalah kesejahteraan hewan dengan mewujudkan undang-undang perlindungan dan kesejahteraan hewan sebagai payung hukumnya.

Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan bulan Oktober kemarin yang berlangsung di depan museum Bali ini, cukup menarik minat para pengunjung lapangan Puputan Badung untuk menyaksikan pameran foto dan juga menyaksikan video tentang animal welfare. Selain pameran foto, acara ini juga disertai dengan membagi-bagikan brosur tentang animal welfare dan pengumpulan tanda tangan. Setidaknya melalui acara ini masyarakat menjadi lebih sadar tentang perlunya memperhatikan kesejahteraan hewan.

Berikut beberapa foto selama kegiatan berlangsung:

lokasi pameran foto

pengumpulan tanda tangan

pemutaran video tentang animal welfare.

pengunjung yang menyaksikan pameran foto

pembagian brosur kepada pengendara yang lewat

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 7 so far )

Standar Kesejahteraan Hewan Ternak

Posted on April 12, 2008. Filed under: Animal welfare, Peternakan | Tag:, , , , |

Pada dasarnya sama, untuk memenuhi standar kesejahteraan seekor hewan harus memenuhi prinsip lima kebebasan satwa. Apa saja yang harus kita cermati? Mari kita intip satu persatu.

  1. Tempat tinggal hewan ternak

Idealnya tempat tiggal hewan ternak tersedia dua areal, terbuka dan tertutup.

Areal terbuka berfungsi sebagai tempat hewan melakukan aktifitasnya disiang hari. Sedangkan areal tertutup berfungsi sebagai tempat beristirahat hewan di malam hari. Sesuai dengan fungsinya, areal terbuka ini hendaknya tersedia cukup luas sesuai dengan jenis dan jumlah individu serta perilaku hewan yang dipelihara. Karena hewan ternak lebih banyak menghabiskan harinya di areal ini, hendaknya fasilitas harian tersedia di areal ini, misalnya kotak makan, shelter untuk berteduh bagi jenis-jenis mamalia, dan tanah yang gembur untuk mengorek-ngorek tanah bagi beberapa jenis unggas.

Selain itu, luasnya areal ini juga dapat menolong hewan–hewan yang ingin menyelamatkan diri apabila terjadi perkelahian.

  1. Pakan dan pola makan

Hal ini sangat penting diperhatikan, mengingat daerah jelajah hewan ternak tersebut terbatas maka ruang gerak hewan untuk mencari makan sendiri juga terbatas. Oleh karena itulah pemilik hewan ternak harus tahu kapan waktu yang tepat untuk memberi makan dan minum hewan. Pemberian pakan hewan ini harus diatus sedemikian rupa agar hewan tidak kelaparan dan juga pemberian pakan tidak berlebihan agar satwa tidak tersiksa karena kekenyangan.

Pemberian pakan sebaiknya tersebar di banyak tempat. Hal ini untuk menghindari terjadinya perkelahian karena berebut makanan.

Selain itu perlu juga diperhatikan pakan hewan yang sesuai dan variasi menu harian agar hewan mendapat asupan gizi yang seimbang.

  1. Sakit dan penyakit

Jangan biarkan hewan menderita sakit terlalu lama karena luka atau penyakit. Bila sudah muncul indikasi satwa tidak berperilaku seperti biasa, segera hubungi petugas pemeriksa kesehatan hewan (dokter hewan).

Kondisi kandang juga harus diperhatikan sedemikian rupa agar tidak berpotensi melukai hewan, misalnya adanya paku atau kawat yang tidak terpasang secara aman.

Pemeriksaan berkala pada hewan juga perlu dilakukan. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit serta terjadinya kerugian akibat hewan yang mati karena sakit.

Dan, jangan lupa bahwa salah satu penyebab timbulnya penyakit pada hewan ternak adalah kondisi lingkungan yang kotor.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 5 so far )

Animal Welfare

Posted on Februari 2, 2008. Filed under: Animal welfare, Kita perlu tahu |

Animal welfare? Apaan tu? Kesejahteraan hewan?? Bagi Anda yang baru pertama kali mendengar tentang istilah Animal Welfare mungkin akan berpikir “Ngapain juga mikirin kesejahteraan hewan,sedangkan manusia sendiri belum sejahtera.”

Animal welfare adalah suatu usaha yang timbul dari kepedulian kita sebagai manusia untuk memberikan lingkungan yang sesuai untuk hewan. Sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidup dari hewan tersebut, khususnya bagi hewan yang terikat dan terkurung. Dalam Animal Welfare disebutkan ada lima kebebasan yang harus dimiliki oleh setiap hewan untuk dapat hidup dan berproduksi dengan baik. Kelima kebebasan tersebut adalah:

  • Bebas dari rasa lapar dan haus.

Yang dimaksud disini adalah tersedianya makanan (pakan) dan air minum dalam jumlah yang cukup, higienis dan memenuhi kandungan gizi yang sesuai dengan keperluan masing-masing hewan. Pemberian pakan harus tepat dan proporsional sehingga pertumbuhan hewan dapat maksimal dan dapat berproduksi sebagaimana mestinya.

  • Bebas dari rasa panas dan tidak nyaman

Adanya tempat berteduh, tempat untuk beristirahat dan fasilitas yang sesuai dengan perilaku hewan.

  • Bebas dari luka, sakit dan penyakit

Bagaimanapun juga hewan adalah makhluk hidup yang bisa merasakan sakit. Pengobatan dan pencegahan penyakit, diagnosa yang cepat dan tepat dari dokter hewan serta lingkungan yang higienis sehingga kuman yang patogen (berbahaya) dapat dicegah dan dikontrol.

  • Bebas mengekspresikan perilaku normal dan alaminya

Tersedianya tempat tinggal yang sesuai dan memadai dengan fasilitas kandang yang sesuai dengan perilaku (behavior) hewan dan adanya teman untuk berinteraksi sosial.

  • Bebas dari rasa takut dan penderitaan

Tidak ada konflik (pertengkaran) antar tau lain spesies, tidak adanya gangguan dari hewan pemangsa (predator) yang dapat membuat hewan stress sehingga dapat menggangu psikis dan fisiologis dari hewan tersebut sehingga tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal.

Semua hewan (peternakan, hewan kerja, kesayangan, percobaan, untuk pertunjukan, bahkan yang masih liar sekalipun) menginginkan adanya kondisi lingkungan yang alamiah, aman dan nyaman. Perlakuan yang menyiksa dan menyakiti hewan dapat membuat hewan stress dan tidak sejahtera. Hewan yang stress bila dibiarkan terus berlanjut dapat berakibat buruk pada gangguan reproduksi, metabolisme, fungsi imun, tingkah laku dan pertumbuhan serta perkembangan hewan tersebut. Dari sudut pandang dokter hewan, stress merupakan bahaya potensial yang berdampak pada semua aspek kesehatan hewan.

Dengan menerapkan animal welfare juga dapat meningkatkan gengsi kita. Misalnya jika kita memiliki peliharaan yang sehat dan terawat tentu akan memberi nilai tambah sendiri bagi kita maupun peliharaan kita. Juga dari segi ekonomi, dengan menerapkan animal welfare pada peternakan tentu akan dapat menghasilkan hewan ternak yang dapat berproduksi dengan maksimal. Tentunya keuntungan yang diperoleh juga akan semakin maksimal.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah Sumber Daya Manusia (SDM) kita sudah siap untuk menerapkan Animal Werlfare?


Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 9 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...