Curhat

Astaga…..

Posted on Januari 17, 2009. Filed under: Curhat, Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3 | Tag: |

Kompetisi website Kompas MuDA Im3 udah hampir ditutup untuk pendaftarannya. Dan blog saya ini sudah diterima di derektory blog milik http://www.mudaers.com sebagai salah satu persyaratan untuk ikut dalam ajang kompetisi ini. Dan formulir pendaftarannya yang berisi kuponpun sudah saya kirim lewat pos beberapa hari yang lalu. Dan ternyata ada satu yang kelupaan…. apakah itu?

Astaga…..saya baru inget klo waktu ini saya lupa melampirkan fotocopy KTP pada saat mengirim formulir pendaftaran kompetisi ini. Padahal melampirkan fotocopy KTP adalah salah satu persyaratannya sebagai bukti bahwa umur kita masih termasuk dalam kriteria, yaitu 15-22 tahun. Jadi gimana dunk…padahal formulir pendaftaran paling lambat harus sudah diterima tanggal 20 Januari 2009. Kira-kira bisa ga ya kirim formulir lagi trus nyampenya tepat waktu?

Oia, saya masih bingung nie ama penilaian untuk menentukan juaranya apakah hanya dengan melihat posisi di google atau juga isi dari blog yang bersangkutan. Soalnya dari beberapa blog yang saya temukan dari peringkat atas di halaman si mbah google ada yang isinya hanya berupa info tentang lomba yang sedang berlangsung ini. baiklah kita lupakan sejenak masalah keteledoran dan hal penilaian itu.

Jadilah Sahabat Bumi adalah tema yang diusung pada lomba ini, mengajak kita para pemuda yang notabenenya sebagai tulang punggung dari bumi pertiwi ini untuk menunjukkan energi masa muda kita untuk berbuat sesuatu untuk bumi kita tercinta ini. Daripada dipakai untuk hal-hal negatif seperti tawuran atau mengkonsumsi narkoba khan lebih baik ngelakuin sesuatu yang berarti untuk orang banyak iya ga?

Astaga ternyata sekarang udah jam 2 pagi nie…pantesan aja udah ngantuk banget nie. Mo istirahat dulu sambil mikirin apa yang bisa saya lakukan untuk menjadi sahabat bumi dan juga gimana caranya biar formulir pendaftaran plus fotocopy KTP saya bisa nyampe tepat waktu di markas besar Kompetisi Website Kompas MuDA IM3.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Ada Apa Dengan Kompetisi Website Kompas MuDa IM3

Posted on Januari 16, 2009. Filed under: Curhat, Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3, kontes | Tag:, |

Kompetisi Website Kompas MuDa IM3 kayaknya sudah semakin panas aja disaat memasuki hari-hari terakhir pendaftaran. Semakin bervariasi aja nama-nama yang muncul di google dengan keyword Kompetisi website Kompas MuDA IM3. Terakhir saya ngecek tadi pagi sebelum berangkat ujian ternyata balivetman ada di daftar halaman pertama google ternyata saat ini saya cek lagi kok udah hilang ya? Apa si om google berniat memainkan saya tadi pagi ya? Tetapi yang jelas posisi pertama dan kedua masih belum tergeserkan.

Saya rasa kompetisi yang diadakan oleh kompas ini sangat menarik karena mengajak kita para remaja untuk berkreativitas dengan menunjukkan eksistensi para remaja yang ingin menonjolkan diri di jagat maya internet ini. Dan tema yang diusungpun yaitu “Jadilah Sahabat Bumi” saya rasa sangat pas disaat seperti ini. Maksud saya disaat musim-musim seperti sekarang ini hujan ta kunjung henti-hentinya membasahi bumi, berbagai “penyakit musim hujan” pun timbul, misalnya banjir, tanah longor dan sebagainya.

Sebagai remaja apakah kita sudah menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar? Saya rasa sebagian kecil dari kita sudah menunjukkannya. Nah, bagaimana dengan sisanya?

Tidak membuang sampah sembarangan, ikut kegiatan penanaman pohon, atau ikut dalam usaha pelestarian dan penyelamatan satwa liar mungkin hanya sebagian kecil dari kegiatan yang dapat kita lakukan sebagai wujud usaha untuk menjadi sahabat bumi. Sudahkah hal tersebut kita lakukan?

Atau jangan-jangan selama ini kita sudah lupa dan terlanjur asik dengan usaha “penghancuran” bumi yang tanpa kita sadari udah kita lakukan secara langsung dan tak langsung.

Ada yang mau berbagi pendapat bagaimana cara kita untuk jadi sahabat bumi selain ikut Kompetisi Website Kompas MuDA IM3?

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

From Kuta Beach Let’s Save the Sea Turtles

Posted on Agustus 24, 2008. Filed under: Aquatic, Curhat, proFauna, Sekitar kita |

Beberapa hari yang lalu (21-08-08) proFauna perwakilan Bali dan beberapa anggota proFauna dari Malang menggelar aksi dan pameran tentang penyu di depan kantor satgas pantai Kuta. Aksi damai ini dengan cara menggelar spanduk yang bertuliskan FREEDOM FOR SEA TURTLES di pantai Kuta dan membagi-bagikan brosur dan stiker tentang penyelamatan penyu.

Jujur aja ini baru pertama kalinya saya ikut aksi proFauna, sebelumnya saya pikir kali ini hanya pameran biasa dan pelepasan tukik aja seperti biasanya. Ternyata capek juga berdiri selama 2 jam sambil megangin spanduk dengan angin yang berhembus cukup kencang dan punggung lumayan panas terbakar matahari. Setelah sekian lama ga pernah berdiri lama sambil berjemur ternyata capek juga ya. Terakhir kali saya berdiri sambil dijemur waktu masa orientasi dulu ato SMA ya? Sudah lupa maklum bandel jadi sering dihukum 😀

Oya berikut ini screenshot stand pamerannya

Tujuan dari acara ini adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk turut serta ambil bagian dalam penyelamatan dan perlindungan satwa liar khususnya penyu di pantai Kuta. Karena pantai Kuta selain sebagai daerah tujuan wisata juga sebagai daerah tujuan peneluran penyu. Sejak tahun 2002-2007 terdapat ratusan penyu yang ditemukan bertelur di sekitar pantai Kuta. Dalam rentang waktu tersebut terdapt lebih dari 8000 butir telur penyu yang ditemukan di sekitar pantai Kuta dan 6.000 diantaranya sudah berhasil menetas dan dilepaskan ke laut. Oya sekedar informasi, siapa tau diantara Anda ada yang berkunjung ke pantai Kuta pada bulan Maret- September dapat menyaksikan penyu bertelur atau ikut serta dalam acara pelepasan tukik antara bulan Mei- Oktober.

Oya waktu itu saya ketemu lagi dengan orang Medan yang waktu ini ikut serta dalam menyaksikan detik-detik menegangkan ketika penyu menetas. (maaf saya belum sempat kenalan) tampak bapak tersebut sangat antusias ikut serta dalam acara kali ini. Selain bapak itu tampak wisatawan baik domestic maupun manca negara sangat antusias dalam acara pelepasan tukik sebagai acara penutup pada kegiatan hari itu. Para bule juga berebut ingin foto dengan 3 ekor “penyu” raksasa.

Berikut ini beberapa foto lagi selama acara berlangsung

Tampak para penyu sedang membagi-bagikan brosur dan stiker

Kegiatan ini hanyalah kegiatan kecil yang tidak ada artinya tanpa dukungan dan peran serta dari seluruh masyarakat dalam penyelamatan penyu. Tapi dari kegiatan kecil ini kami berharap dapat menyelamatkan keberadaan penyu yang semakin langka.

Support Us to Save the Sea Turtle because They Won’t Survive Without Our Help

NB: untuk informasi lebih jauh ataupun jika kebetulan anda menemukan penyu bertelur di sekitar pantai Kuta silahkan hubungi Satgas Pantai Kuta (+62 361 762 871) atau bias juga menghubung PROFAUNA BALI OFFICE di PO BOX 3435 Denpasar Bali Indonesia 80034 hotline-nya +62 361 80 858 00

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 6 so far )

Pantai Kuta, Penyu dan Shooting

Posted on April 25, 2008. Filed under: Curhat, proFauna | Tag:, , |

Ah, udah lama nie saya ga sempat posting. Eh, pas sempat seperti sekarang ini speedy pas lemot-lemotnya malah saking lemotnya mau posting disini ampe ga bisa. Tadi juga sempat buka blogspot ga bisa.Emang blogspot diblokir lagi ya? Ga punya kerjaan banget sih blokir blog yang ga ada unsur mesumnya.  Cape de…

Kali ini saya mau curhat nie… Hari rabu yang lalu (23/04/2008) adalah hari yang melelahkan banget. bagaimana tidak. Pulang dari kampus pas panas panasnya, ampe rumah trus siap-siap mau ke pantai Kuta. Hari itu saya dan teman-teman dari proFauna akan melepaskan tukik yang baru netas ke laut lepas. Setelah nunggu lama di BEM FKH di kampus Sudirman, akhirnya saya bersama 5 teman dari BEM berangkat menuju pantai Kuta. (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 4 so far )

SURAT TERBUKA IKATAN MAHASISWA KEDOKTERAN HEWAN KEPADA MENKES RI

Posted on Maret 1, 2008. Filed under: Curhat |

Sehubungan dengan adanya pernyataan menteri kesehatan melalui media massa cetak dan elektronik berkenaan dengan hasil penelitian FKH IPB terhadap susu formula dan makanan bayi, khususnya pernyataan beliau yang berkaitan dengan peran dan fungsi dokter hewan maka Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (PB IMAKAHI) memandang perlu untuk menyampaikan penjelasan sebagai berikut :

Dokter hewan merupakan profesi yang sangat mulia dan sampai saat ini sangat berperan dalam mewujudkan kesehatan bangsa (manusya mriga satwa sewaka).
Peran dan fungsi dokter hewan dalam pengendalian penyakit zoonosa adalah bagian dari kiprah dokter hewan yang lebih luas dibidang kesehatan masyarakat veteriner (veterinary public health). Hal ini sudah diakui oleh dunia Internasional, baik oleh WHO (badan kesehatan dunia) maupun OIE (badan kesehatan hewan dunia).
Kompetensi teknis dokter hewan untuk melakukan penelitian/riset terkait dengan penyakit hewan dan produknya (termasuk susu) merupakan hal yang sangat wajar dan menjadi tanggung jawabnya sebagai dokter.
Dokter hewan dapat melakukan berbagai upaya pengujian balik (trace back) untuk mengetahui kemungkinan adanya sejenis mikroba yang disebabkan oleh adanya cemaran dalam proses pengolahan atau memang berupa residu yang berasal dari hewan asal, karena itulah kita mengenal prinsip keamanan pangan yang dikenal dengan istilah ”safe from farm up to the table”.
Pemanfaatan hewan mencit (tikus putih) dan atau hewan coba lain sebagai hewan coba, merupakan hal yang lumrah dalam sebuah penelitian sebelum di uji cobakan ke manusia.

Berdasarkan hal tersebut, sebagai generasi penerus dokter hewan Indonesia, kami melihat sangat keliru dan salah (terkesan emosional), jika seorang menteri kesehatan meragukan kompetensi dokter hewan peneliti dalam melakukan pemeriksaan terhadap bahan pangan yang berasal dari hewan seperti susu formula.

Untuk itu kami menuntut kepada menteri kesehatan agar dalam tempo yang sangat singkat memohon maaf secara terbuka kepada profesi dokter hewan.

Bogor, 29 Februari 2008

Hormat Kami

Ketua Umum PB IMAKAHI Sekjend IMAKAHI

Ttd Ttd

Iwan Berri Prima Bayu Sukismo

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 6 so far )

Sekilas Info

Posted on Februari 27, 2008. Filed under: Curhat |

Cuma info singkat aja yang memberitahukan kepada teman-teman semua bahwa hari ini saya sudah punya blog baru dengan alamat http://ekads.co.cc . Yang mulai beroperasi hari ini. Dan buat teman-teman yang senang berkunjung ke blog ini jangan khawatir karena saya masih tetap ngeblog disini juga.

Jadi jangan lupa untuk main ke rumah baru saya ya…..

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 4 so far )

Posting Pertama di Awal Tahun

Posted on Januari 1, 2008. Filed under: Curhat |

Halo semua…. Gimana malam tahun barunya?

Yup, liburan tlah usai and sekarang harus siap-siap belajar buat ujian besok. Tepat sekali besok, 2 Januari 2008 adalah hari pertama ujian akhis semester bagi mahasiswa universitas udayana. Hiks..:-( besok kita udah harus bertempur setelah libur ga tenang ini. Mana masih terbawa suasana tahun baru hiks…:-(

Ya udah siap ato ga besok, kita anak-anak udayana harus ujian. Untuk teman-teman FKH mari kita rapatkan barisan, saling bahu membahu dan satukan tekad untuk kerja sama” he….:-) (lho kok…?)
Wah, bingung nie…Mana ga ada belajar sama sekali selama liburan ini…Jadi untuk besok saa pasrahkan saja semuanya kepada tangan nasib. Klo beruntung ya bisa jawab… klo engga ya udah tunggu jawaban turun dari langit aja he…:-)

Habisnya selama libur tenang ini saya emang benar-benar tenang baca novel karangan Andrea Hirata. Alhasil 3 buku dari tetralogi Laskar Pelangi sudah saya tamatkan.. Buat teman-teman yang belum baca, saya sarakan untuk baca. Novelnya T.O.P B.G.T deh… Dijamin ga nyesel klo udah baca sampai tamat.

Met ujuan untuk semua mahasiswa Udayana. Semoga besok sukses…. GOOD LUCK

Mohon doa dari kalian semua semoga besok saya bisa jawab semua soal-soal dengan baik dan benar.

Amien…..

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Happy New Year to All

Posted on Desember 31, 2007. Filed under: Curhat |


Visit www.hostdrjack.com


CLICK HERE!

Untuk semua  🙂

Happiness keeps u sweet, Failures keeps u humble, Success keeps u glowing, only GOD keeps u going. Have a blessed & amazing New Year 2008.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 4 so far )

Sebuah Renungan tentang Kelautan

Posted on Desember 19, 2007. Filed under: Aquatic, Curhat, Sekitar kita |

Sebelumnya, saya ingin cerita dulu kenapa saya nulis postingan ini. Waktu itu (15/12-07), saya menjemput ibu yang sedang rapat.Sambil menunggu, saya membaca buku yang ada di perpustakaannya (Ibu saya adalah seorang guru SD). Saya tertarik dengan buku seri kelautan yang ada di salah satu rak disana (daripada nunggu sambil bengong khan lebih baik isi waktu dengan baca. Betul ga…?)

Pengantar dalam buku tersebut ditulis oleh Prof. Dr Otto Soemarwoto (saya tidak tahu Beliau ini siapa). Yang jelas isi tulisan Beliau kurang lebih seperti berikut.

Indonesia adalah negara kepulauan. Jumlah pulaunya sekitar 17.000 pulau (klo ga percaya silahkan hitung sendiri), yang terbentang dari Sabang sampai Merauke (berjajar pulau-pulau….. eh, kok malah jadi nyanyi :-)). Luas daratan hanya sepertiga dari 6 juta kilometer persegi dari luas lautan. Dengan panjang pantai sekitar 81.000 km. Dengan kondisi seperti ini tampak dengan jelas bahwa negarakita adalah sebuah negara bahari.

Tapi sayangnya negara kita bukanlah sebuah negara bahari, melainkan bangsa yang berorientasi pada daratan. Misalnya, dulu ibukota Riau adalah Tanjung Pinang yang terletak di sebuah pulau di tengah laut. Tetapi kemudian dibangun ibukota baru, yaitu Pekanbaru yang terletak di tengah daratan (saya baru tahu hal ini).

Pembangunan kita juga berorientasi pada daratan. Misalnya, kita banyak berbicara tentang jalan raya lintas sumatra dan jalan raya lintas Jawa. Juga tentang pembangunan jembatan antar pulau misalnya, jembatan Jawa-Bali. Tetapi pembangunan transportasi laut sangat samar terdengar. Kapal-kapal banyak yang tua. Mercu suar dan rambu-rambu laut yang sangat penting untuk transportasi laut tidak banyak mengalami modernisasi. Perjalanan dengan kapal laut tidaklah nyaman dan juga tidak aman, sering terjadi kecelakaan.

Laut sering dianggap pemisah pulau. Padahal laut sebenarnya adalah penghubung pulau yang satu dengan pulau yang lain. Laut merupakan jalan raya yang disediakan oleh alam. Kita tidak perlu membangun ataupun merawatnya. Kita hanya perlu membangun sarana transportasinya (kapal) dan terminalnya (pelabuhan). Jadi akan sangat jauh lebih murah untuk memodernisasi kapal-kapal feri yang menghubungkan Sumatra-Jawa, Jawa-Bali, Bali-Lombok dibandingkan membangun jembatan.

TNI kita juga lebih didominasi oleh Angkatan Darat. Letak geografis kita antara Lautan Hindia dan Lautan Pasifik memerlukan angkatan laut yang kuat, karena laut kita merupakan penghubung kedua lautan tersebut. Tetapi Angkatan Laut kita lemah. Tidak mempunyai kapal perang modern. Jumlah kapal patrolipun tidak memadai untuk patroli laut kita yang sangat luas. Angkatan Laut kita diperlukan untuk menjaga bila terjadi perompakan laut, penyelundupan senjata dan pencurian ikan.

Laut kita banyak mengandung kekayaan, antara lain ikan, rumput laut, dan mutiara. Disepanjang pantai terdapat sekitar 350.000 ha tambak. Terumbu karang kita luasnyasekitar 7.500 meter persegi yang merupakan sumber daya yang sangat penting untuk perikanan dan pariwisata. Dasar laut kita juga kaya akan minyak bumi dan gas alam.

Tidak banyak pula orang Indonesia yang terjun dalam ilmu kelautan. Padahal kehidupan kita sangat dipengaruhi oleh laut., antara lain iklim kita. Misalnya, musim hujan dan musim kemarau kita. Bahkan El Nino juga dipengaruhi oleh lautan.

Mari kita bersama-sama menjaga laut kita, khusunya dari pengrusakan dan polusi. Jadi, udah ada yang tertari untuk lebih mendalami kelautan?

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 5 so far )

Ketidakadilan Dimana-mana

Posted on Oktober 11, 2007. Filed under: Curhat |

Sebagai seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, selama ini saya merasa diperlakukan tidak adil oleh masyarakat. Ketidakadilan yang saya maksud disini adalah masyarakat masih memandang sebelah mata profesi dokter hewan dan mahasiswa fakultas kedokteran hewan.

Ketidakadilan ini sudah mulai saya rasakan bahkan ketika saya baru diterima di FKH. Yang pertama datangnya dari kerabat-kerabat saya. Beberapa komentar yang sering saya dengar:

“Kenapa sih nyari kedokteran hewan? Kenapa ga kuliah di ekonomi aja khan lapangan kerjanya lebih luas. Dokter hewan paling-paling cuma nyuntik pantat-pantat hewan dan itupun klo ada yang nyari.”

Ibu saya pernah dikasi komentar begini, “Anaknya kuliah di kedokteran hewan ya? kok dikasi sih…? Tetangga saya ada yang tamatan FKH sekarang malah jadi guru TK.”

“Cowokmu kuliah di kedokteran hewan ya? Sekarang udah sedikit orang yang beternak, klo nyuntik anjing paling cuma di kota aja. Di desa mana ada yang peduli ama peliharaannya.” Sampai-sampai pacar sayapun mendapat komentar seperti itu dari teman-teman dan kerabatnya.

Oya, adik kelas saya sewaktu di SMA tidak mau dibiayai kuliah oleh orang tuanya begitu mereka tau anaknya diterima di FKH. Alhasil, akhirnya adik kelas saya tersebut kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta. Kata ayahnya, ” Profesi dokter hewan itu tidak menjanjikan untuk masa depan.”

Kurang lebih komentar-komentar seperti itu yang sering saya terima. Bahkan masih sampai saat ini. Saya rasa sebagian besar rekan-rekan saya yang kuliah di FKH Unud jadu sering mendapat komentar-komentar seperti itu. Kolo teman-teman yang kuliah di FKH Unair, IPB, UGM, dan Unsyiah apa juga sering mendapat komentar-komentar saperti saya itu?

Di bangku kuliahpun kami mendapat perlakuan yang tidak adil. Sangat sedikitnya buku-buku (textbook) kedokteran hewan yang tersedia di pasaran dibandingkan dengan bidang keilmuan yang lain, (atau karena saya ga tau dimana tempat nyarinya ya….?!) Ternyata ketidakadilan juga dialami oleh senior-senior kami yang sudah memperoleh gelar dokter hewan.

Seperti yang saya baca pada koran PDHI dalam penanganan kasus flu burung. Untuk lebih lengkapnya baca disini.

Sebegitu parahnyakah kondisi dokter hewan kita?Mungkin ini suatu pertanyaan spontan yang dapat kita lontarkan menghadapi fenomena seperti ini.

Komentar-komentar seperti di atas juga tidak dapat disalahkan, karena memang kenyataan yang dilihat oleh masyarakat kebanyakan memang seperti itu. Kita juga tidak bisa menyalahkan para senior kita yang menganggap lingkup profesi dokter hewan begitu sempit. Mungkin di dalam pikiran mereka tergambar lulus dari FKH paling tedak cuma ada empat pilihan: praktek (hewan besar maupun hewan kecil), jadi pegawai negeri di bawah Deptan atau paling apes jadi tuna karya. Klo tidak dapat? Yah, ada yang “idealis” tetap nganggur sambil terus nyoba biar bisa memperoleh salah satu profesi tersebut. Atau tidak sedikit juga yang “nyeleweng” disertai pembelaan lantang, “Mending toh, daripada jadi pengangguran.”

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 10 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...