proFauna

From Kuta Beach Let’s Save the Sea Turtles

Posted on Agustus 24, 2008. Filed under: Aquatic, Curhat, proFauna, Sekitar kita |

Beberapa hari yang lalu (21-08-08) proFauna perwakilan Bali dan beberapa anggota proFauna dari Malang menggelar aksi dan pameran tentang penyu di depan kantor satgas pantai Kuta. Aksi damai ini dengan cara menggelar spanduk yang bertuliskan FREEDOM FOR SEA TURTLES di pantai Kuta dan membagi-bagikan brosur dan stiker tentang penyelamatan penyu.

Jujur aja ini baru pertama kalinya saya ikut aksi proFauna, sebelumnya saya pikir kali ini hanya pameran biasa dan pelepasan tukik aja seperti biasanya. Ternyata capek juga berdiri selama 2 jam sambil megangin spanduk dengan angin yang berhembus cukup kencang dan punggung lumayan panas terbakar matahari. Setelah sekian lama ga pernah berdiri lama sambil berjemur ternyata capek juga ya. Terakhir kali saya berdiri sambil dijemur waktu masa orientasi dulu ato SMA ya? Sudah lupa maklum bandel jadi sering dihukum 😀

Oya berikut ini screenshot stand pamerannya

Tujuan dari acara ini adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk turut serta ambil bagian dalam penyelamatan dan perlindungan satwa liar khususnya penyu di pantai Kuta. Karena pantai Kuta selain sebagai daerah tujuan wisata juga sebagai daerah tujuan peneluran penyu. Sejak tahun 2002-2007 terdapat ratusan penyu yang ditemukan bertelur di sekitar pantai Kuta. Dalam rentang waktu tersebut terdapt lebih dari 8000 butir telur penyu yang ditemukan di sekitar pantai Kuta dan 6.000 diantaranya sudah berhasil menetas dan dilepaskan ke laut. Oya sekedar informasi, siapa tau diantara Anda ada yang berkunjung ke pantai Kuta pada bulan Maret- September dapat menyaksikan penyu bertelur atau ikut serta dalam acara pelepasan tukik antara bulan Mei- Oktober.

Oya waktu itu saya ketemu lagi dengan orang Medan yang waktu ini ikut serta dalam menyaksikan detik-detik menegangkan ketika penyu menetas. (maaf saya belum sempat kenalan) tampak bapak tersebut sangat antusias ikut serta dalam acara kali ini. Selain bapak itu tampak wisatawan baik domestic maupun manca negara sangat antusias dalam acara pelepasan tukik sebagai acara penutup pada kegiatan hari itu. Para bule juga berebut ingin foto dengan 3 ekor “penyu” raksasa.

Berikut ini beberapa foto lagi selama acara berlangsung

Tampak para penyu sedang membagi-bagikan brosur dan stiker

Kegiatan ini hanyalah kegiatan kecil yang tidak ada artinya tanpa dukungan dan peran serta dari seluruh masyarakat dalam penyelamatan penyu. Tapi dari kegiatan kecil ini kami berharap dapat menyelamatkan keberadaan penyu yang semakin langka.

Support Us to Save the Sea Turtle because They Won’t Survive Without Our Help

NB: untuk informasi lebih jauh ataupun jika kebetulan anda menemukan penyu bertelur di sekitar pantai Kuta silahkan hubungi Satgas Pantai Kuta (+62 361 762 871) atau bias juga menghubung PROFAUNA BALI OFFICE di PO BOX 3435 Denpasar Bali Indonesia 80034 hotline-nya +62 361 80 858 00

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 6 so far )

Dan Perjuanganpun Dimulai

Posted on Juli 24, 2008. Filed under: Kita perlu tahu, proFauna, Sekitar kita | Tag:, , , , |

“Halo Dunia,“ mungkin itu yang akan di ucapkan oleh tukik-tukik berikut ini. Malam itu (23 Juli 2008), untuk pertama kalinya saya menyaksikan secara langsung sebuah awal perjuangan seekor tukik. Bagi Anda yang belum tahu, tukik adalah anak penyu yang baru menetas (ingat PENYU bukan kura-kura). Malam itu saya sengaja menunggu untuk menyaksikan 200 ekor tukik yang akan menetas setelah pelepasan sebanyak 96 ekor tukik di pantai Kuta bersama proFauna dan satgas Kuta pada sore harinya.

gambar tukik baru menetas

gambar tukik baru menetas

Ini merupakan rekor tersendiri bagi kami karena ini merupakan penetasan tukik yang terbanyak dibandingkan dengan yang sebelumnya. ProFauna bekerja sama dengan satgas Kuta bersama-sama melakukan pengamatan dan penyelamatan jika ada penyu yang bertelur di sekitar pantai Kuta dan kemudian memindahkan telur-telur tersebut ke tempat penetasan. Ini dimaksudkan agar telur-telur tersebut aman dari para predator dan tindakan tangan-tangan jail orang yang tidak bertanggung jawab.

Malam itu yang menunggu moment tersebut adalah kami dari proFauna (saya, Bli Wayan dan Dion), Gung Aji dari satgas Kuta dan beberapa wisatawan mancanegara dan domestik yang ingin menyaksikan kesempatan yang sangat langka bagi mereka. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya jadi menyadari kebesaran Tuhan, dan indahnya menyaksikan awal dari sebuah kehidupan.

tukik baru menetas

tukik baru menetas

tukik baru netas

tukik baru netas

D

ini tukik bukan lukick 😀

Yang unik dari tukik yang baru menetas adalah mereka tidak bergerak atau keluar dari dalam timbunan pasir sebelum yang lain mulai bergerak keluar. Ini memerlukan kesabaran untuk menunggu dan menyaksikan mereka bergerak untuk pertama kalinya. Seorang remaja India yang dengan sangat antusias ingin menyaksikan kesempatan ini, dengan tidak sabar ia bertanya kepada saya. “Mengapa tidak kita gali saja pasirnya dan mengeluarkan mereka satu persatu?“

Mungkin ini cara terbaik yang dipikirkannya untuk membantu para tukik yang masih lemah ini. Tapi ternyata dengan membiarkan mereka keluar sendiri dari dalam pasir tanpa bantuan kita, dapat melatih otot-otot mereka yang masih lemah agar kuat dan mampu membentuk tubuh mereka sehingga sesuai untuk mengarungi lautan luas untuk mencari makan.

Detik-detik ketika seekor tukik mulai bergerak dengan perlahan dan berusaha untuk keluar dari timbunan pasir merupakan saat-saat yang menegangkan bagi saya, saya tidak ingin melewati kesempatan ini walau seperjuta detik sekalipun. Seekor tukik mulai mendorong tubuhnya keluar, setelah keluar dari dalam pasir lalu dengan perlahan ia mulai menggerakkan siripnya seperti ketika kita melakukan warming up sebelum berolah raga atau klo dalam bahasa gaulnya melakukan pelemasan otot. 😀 Lalu ia mulai bergerak sidikit demi sedikit hingga akhirnya mulai menjelajah ke seluruh bak pasir tempat penetasan.

para wisatawan sedang melepas tukik

para wisatawan sedang melepas tukik

Dan kemarin (23 Juli 2008) pada pukul 17.30 WITA para tukik ini mulai memasuki alam liar ketika kami bersama-sama dengan para wisatawan baik domestik maupun manca negara melepaskan mereka ke laut lepas. Para wisatawan yang mengunjungi pantai Kuta sangat antusia mengikuti acara ini. Untungnya hari itu ada sedikit wisatawan domestik yang menikmati suasana sunset di pantai Kuta sehingga acara kali ini berjalan lebih tertib. Karena biasanya wisatawan domestik lebih sulit untuk diatur dibandingkan dengan para bule 😀

Mungkin dari sekian banyak tukik yang sudah kami lepaskan di pantai Kuta hanya beberapa ekor saja yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa. Para peneliti menyebutkan dari seribu ekor tukik hanya satu yang mampu bertahan hidup. Tukik yang kami lepas hari ini jika mampu bertahan hidup, dalam 25-30 tahun lagi akan kembali ke Kuta untuk bertelur.

Dan ketika mereka memasuki laut lepas, dan pada saat itu juga perjuanganpun dimulai

NB: artikel ini saya ikut sertakan dalam Write for Kontes Blogging HUT RI ke 63 by Rystiono yang saya daftarkan dalam kategori lingkungan.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 8 so far )

Pelepasan Tukik Bareng Artis.

Posted on Juli 10, 2008. Filed under: Aquatic, proFauna, Sekitar kita |

Wah udah lama saya ga update blog ini, karena keasyikan dengan blog saya yang ekads.co.cc. Lama ga update bukan berarti saya sudah melupakan blog ini ataupun sudah meninggalkan blog ini. Kali ini saya akan kembali berbagi pengalaman saya bersama proFauna.

Kemarin kita kembali melepaskan tukik yang baru netas ke laut lepas. Lokasinya sama dengan yang dulu yaitu di pantai Kuta klo pelepasan tukik yang di Klungkung saya belum pernah ikut karena selalu berhalangan setiap ada acara nglepas tukik di Klungkung. Kali ini kita ngelepas sebanyak 47 ekor tukik. Istimewanya pelepasan tukik kali ini dibarengi dengan acara shooting Suami-Suami Takut Istri (yang katanya sih versi layar lebarnya). Di ceritanya ada scene dimana pelepasan penyu dilakukan oleh beberapa artisnya. Klo mau tau lebih jelasnya mungkin anda harus menunggu klo filmnya sudah beredar.

Acara pelepasan kemarin diikuti oleh ratusan peserta. Maklum karena sedang musim liburan sekolah, pantai Kuta ibarat pasar dadakan jadi para wisatawan baik domestik maupun dari manca negara yang sedang menikmati indahnya pantai Kuta ikut beramai-ramai ambil bagian dalam acara ini. Mereka berebut ingin ikut melepas tukik padahal tukik yang dilepas jumlahnya terbatas. Jadi hanya orang-orang yang sudah mendaftar yang dapat melepas tukik secara langsung dan sisanya hanya bisa jadi penonton saja.

Tukik tidak langsung dilepaskan ke laut tapi beberapa meter dari laut. Jadi tukik-tukik ini harus berjuang untuk menuju ke air. Hal ini dimaksudkan agar para tukik dapat melakukan magnetik imprinting lokasi tersebut sehingga mereka akan kembali lagi ke tempat dimana mereka menetas untuk bertelur. Perlu diingat hanya penyu betina yang akan kembali ke daratan untuk bertelur sedangkan penyu jantan hanya akan menunggu di daerah pakan tanpa secara langsung kembali ke daratan.

Kemarin, saya baru tau klo ada sekelompok orang yang menjadikan acara pelepasan penyu sebagai ajang bisnis yaitu dengan menyuruh para peserta yang ingin ikut serta dalam acara pelepasan penyu di tempat lain harus membayar seharga seratus ribu rupiah. Mungkin bagi kita ga mungkin akan mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk ikutan acara pelepasan tukik tapi lain ceritanya kalau turis yang ditawari. Saya jadi geram mendengarnya, ditengah perlunya upaya-upaya untuk melestarikan penyu yang sudah semakin berkurang jumlahnya di dunia masih ada saja orang yang mengambil keuntungan dari hal tersebut.

Kemarin juga tangan-tangan usil yang ingin menangkap tukik yang sudah dilepaskan ke laut tersebut. Untung hal ini diketahui oleh bli Wayan dan Gung Aji satgas pantai Kuta. Katanya tukik tersebut ditangkap lagi ketika dihempaskan ombak dan disembunyikan dibalik baju yang dikenakannya. Mungkin orang itu ingin memeliharanya dirumah atau yang lainnya. Yang jelas tindakan seperti ini sangat membahayakan keberadaan penyu di dunia.

Mengingat perkembangan penyu yang sangat lambat dan hanya 1 dari 1000 ekor tukik yang menetas mampu menjadi dewasa dan kemudian bereproduksi kembali, mari kita bersama-sama ikut menjaga dan melindungi penyu. Jika anda menemukan penyu terdampar atau anda sedang beruntung menemukan penyu yang bertelur di pantai segera hubungi BKSDA terdekat agar kelangsungan hidup penyu dapat terselamatkan.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 5 so far )

Pantai Kuta, Penyu dan Shooting

Posted on April 25, 2008. Filed under: Curhat, proFauna | Tag:, , |

Ah, udah lama nie saya ga sempat posting. Eh, pas sempat seperti sekarang ini speedy pas lemot-lemotnya malah saking lemotnya mau posting disini ampe ga bisa. Tadi juga sempat buka blogspot ga bisa.Emang blogspot diblokir lagi ya? Ga punya kerjaan banget sih blokir blog yang ga ada unsur mesumnya.  Cape de…

Kali ini saya mau curhat nie… Hari rabu yang lalu (23/04/2008) adalah hari yang melelahkan banget. bagaimana tidak. Pulang dari kampus pas panas panasnya, ampe rumah trus siap-siap mau ke pantai Kuta. Hari itu saya dan teman-teman dari proFauna akan melepaskan tukik yang baru netas ke laut lepas. Setelah nunggu lama di BEM FKH di kampus Sudirman, akhirnya saya bersama 5 teman dari BEM berangkat menuju pantai Kuta. (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 4 so far )

ProFauna’s School Visit

Posted on April 7, 2008. Filed under: Kita perlu tahu, proFauna, Sekitar kita |

Hari ini adalah pertama kalinya saya ikut kegiatan ProFauna sejak terdaftar menjadi anggota beberapa hari yang lalu. ProFauna adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidah perlindungan dan pelestarian satwa liar.

ProFauna memiliki berbagai program dalam hubungannya dengan pelestarian dan perlindungan satwa liar, yang salah satunya adalah school visit. Dari yang saya tangkap, school visit adalah kunjungan ke sekolah-sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang khususnya anak-anak sekolahan akan pentingnya melestarikan satwa liar sebagai salah satu plasma nutfah Indonesia yang semakin terancam keberadaannya. (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 5 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...