Standar Kesejahteraan Hewan Ternak

Posted on April 12, 2008. Filed under: Animal welfare, Peternakan | Tag:, , , , |

Pada dasarnya sama, untuk memenuhi standar kesejahteraan seekor hewan harus memenuhi prinsip lima kebebasan satwa. Apa saja yang harus kita cermati? Mari kita intip satu persatu.

  1. Tempat tinggal hewan ternak

Idealnya tempat tiggal hewan ternak tersedia dua areal, terbuka dan tertutup.

Areal terbuka berfungsi sebagai tempat hewan melakukan aktifitasnya disiang hari. Sedangkan areal tertutup berfungsi sebagai tempat beristirahat hewan di malam hari. Sesuai dengan fungsinya, areal terbuka ini hendaknya tersedia cukup luas sesuai dengan jenis dan jumlah individu serta perilaku hewan yang dipelihara. Karena hewan ternak lebih banyak menghabiskan harinya di areal ini, hendaknya fasilitas harian tersedia di areal ini, misalnya kotak makan, shelter untuk berteduh bagi jenis-jenis mamalia, dan tanah yang gembur untuk mengorek-ngorek tanah bagi beberapa jenis unggas.

Selain itu, luasnya areal ini juga dapat menolong hewan–hewan yang ingin menyelamatkan diri apabila terjadi perkelahian.

  1. Pakan dan pola makan

Hal ini sangat penting diperhatikan, mengingat daerah jelajah hewan ternak tersebut terbatas maka ruang gerak hewan untuk mencari makan sendiri juga terbatas. Oleh karena itulah pemilik hewan ternak harus tahu kapan waktu yang tepat untuk memberi makan dan minum hewan. Pemberian pakan hewan ini harus diatus sedemikian rupa agar hewan tidak kelaparan dan juga pemberian pakan tidak berlebihan agar satwa tidak tersiksa karena kekenyangan.

Pemberian pakan sebaiknya tersebar di banyak tempat. Hal ini untuk menghindari terjadinya perkelahian karena berebut makanan.

Selain itu perlu juga diperhatikan pakan hewan yang sesuai dan variasi menu harian agar hewan mendapat asupan gizi yang seimbang.

  1. Sakit dan penyakit

Jangan biarkan hewan menderita sakit terlalu lama karena luka atau penyakit. Bila sudah muncul indikasi satwa tidak berperilaku seperti biasa, segera hubungi petugas pemeriksa kesehatan hewan (dokter hewan).

Kondisi kandang juga harus diperhatikan sedemikian rupa agar tidak berpotensi melukai hewan, misalnya adanya paku atau kawat yang tidak terpasang secara aman.

Pemeriksaan berkala pada hewan juga perlu dilakukan. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit serta terjadinya kerugian akibat hewan yang mati karena sakit.

Dan, jangan lupa bahwa salah satu penyebab timbulnya penyakit pada hewan ternak adalah kondisi lingkungan yang kotor.

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 5 so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...